Elemen 1: Konsep Dasar Internet of Things (IoT)

Fransiskus Winto, S.SI
INFO MODUL
🚀 Selamat Datang di Modul Pembelajaran Interaktif Smart IoT SMK Negeri 3 Maumere! Pelajari konsep dasar Internet of Things dengan menyenangkan. Arahkan kursor atau sentuh kotak materi untuk efek interaktif! ⚡

1. Capaian & Tujuan Pembelajaran

Capaian Pembelajaran (CP)

Pada akhir fase ini, peserta didik mampu memahami konsep dasar Internet of Things (IoT), arsitektur dan komponen penopangnya, serta dapat menganalisis penerapan teknologi IoT secara sederhana dalam kehidupan sehari-hari.


Tujuan Pembelajaran (TP)

  1. Peserta didik mampu menjelaskan pengertian IoT dan sejarah singkat perkembangannya.
  2. Peserta didik mampu membedakan konsep 'Internet' dan 'Things' dalam ekosistem IoT.
  3. Peserta didik mampu mengidentifikasi 5 fungsi dasar IoT.
  4. Peserta didik mampu menganalisis 7 prinsip penopang IoT.
  5. Peserta didik mampu menjelaskan prinsip kerja proyek sederhana IoT (seperti Termostat Pintar atau Kunci Pintu Otomatis).

2. Pertanyaan Pemantik

  • “Pernahkah kalian membayangkan menyalakan AC rumah atau mengunci pintu saat sedang berada di sekolah hanya lewat HP?”
  • “Menurut kalian, apa yang membuat sebuah benda mati (seperti pintu atau lampu) tiba-tiba menjadi 'pintar'?”
  • “Jika semua benda saling terhubung ke internet, apa kemudahan sekaligus risiko terbesar yang akan kita hadapi?”

3. Ringkasan Materi Pembelajaran

FULL MATERI PEMBELAJARAN

A. Pengertian & Sejarah Singkat IoT

  • Pengertian: Internet of Things (IoT) adalah jaringan objek fisik ("things") yang ditanami sensor, perangkat lunak, dan teknologi lain untuk menghubungkan dan mempertukarkan data dengan perangkat/sistem lain melalui internet.
  • Sejarah Singkat:
    • 1982: Mesin Cola di Carnegie Mellon University menjadi perangkat terhubung internet pertama (melaporkan stok dan suhu minuman).
    • 1999: Istilah "Internet of Things" pertama kali dicetuskan oleh Kevin Ashton saat melakukan riset di Procter & Gamble (P&G) menggunakan teknologi RFID.

B. Perbedaan 'Internet' dan 'Things'

  • Internet: Media atau infrastruktur komunikasi global yang menghubungkan jaringan komputer dan perangkat untuk saling bertukar data.
  • Things: Objek fisik atau benda sehari-hari (lampu, kendaraan, termostat, kunci pintu, sensor) yang dilengkapi dengan identitas unik (IP Address) dan kemampuan mengumpulkan data.

C. 5 Fungsi Dasar IoT

  1. Sensing (Pendeteksian): Mengumpulkan data kondisi lingkungan sekitar melalui sensor (misal: suhu, kelembapan, gerakan).
  2. Connectivity (Konektivitas): Mengirimkan data dari perangkat ke cloud atau server melalui media transmisi (Wi-Fi, Bluetooth, Cellular, LoRa).
  3. Data Processing (Pengolahan Data): Menganalisis dan memproses data yang diterima untuk mendapatkan informasi atau perintah.
  4. Action / Actuation (Eksekusi Aksi): Melakukan aksi fisik berdasarkan instruksi hasil olah data (misal: menyalakan kipas, memutar kunci).
  5. User Interface / Communication (Antarmuka): Menyajikan informasi visual atau opsi kontrol kepada pengguna melalui aplikasi HP atau dashboard.

D. 7 Prinsip Penopang IoT

  1. Connectivity: Seluruh elemen harus dapat saling terhubung secara stabil.
  2. Sensing: Adanya alat ukur/sensor untuk mengubah fenomena fisik menjadi data digital.
  3. Intelligence: Proses pengolahan logika (komputasi) untuk mengambil keputusan otomatis.
  4. Expressing: Kemampuan sistem untuk berinteraksi dengan dunia nyata (melalui actuator atau layar UI).
  5. Energy Efficiency: Hemat energi, mengingat sebagian besar sensor menggunakan baterai atau daya terbatas.
  6. Security: Perlindungan enkripsi dan otentikasi data agar tidak mudah diretas.
  7. Scalability: Sistem mampu menangani penambahan jumlah perangkat tanpa menurunkan performa secara drastis.

E. Studi Kasus Proyek Sederhana: Kunci Pintu Otomatis (Smart Door Lock)

  • Input (Sensing): Pengguna menempelkan kartu RFID / memindai sidik jari / mengirim perintah dari aplikasi HP.
  • Processing (Intelligence): Mikrokontroller (misal: ESP32) mendownload data/perintah via Wi-Fi dan mencocokkan identitas pengguna.
  • Actuation (Expressing): Jika identitas cocok, mikrokontroller mengirim sinyal listrik ke motor solenoid door lock untuk membuka selot pintu.
  • Feedback (User Interface): Aplikasi HP menerima notifikasi bahwa pintu telah berhasil dibuka pada jam sekian.

4. Langkah-Langkah Pembelajaran (Problem-Based Learning)

Pertemuan 1: Konsep, Fungsi, dan Prinsip Dasar (2x45 Menit)

  • Pendahuluan (15 Menit):
    1. Guru memberi salam, berdoa, dan mengecek kehadiran.
    2. Guru memberikan Pertanyaan Pemantik untuk memicu rasa ingin tahu siswa.
    3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini.
  • Kegiatan Inti (60 Menit):
    1. Orientasi Masalah: Guru menayangkan video singkat tentang perbedaan rumah konvensional vs smart home.
    2. Pengorganisasian: Siswa dibagi menjadi kelompok kecil (4-5 orang).
    3. Eksplorasi Konsep: Siswa berdiskusi membaca materi/modul tentang Pengertian IoT, Sejarah, Bedanya Internet vs Things, 5 Fungsi Dasar, dan 7 Prinsip Penopang.
    4. Diskusi Kelompok: Setiap kelompok memilih 1 benda biasa di sekitar kelas lalu merancang ide bagaimana mengubah benda tersebut menjadi "Smart Things" berdasarkan 5 fungsi dasar IoT.
  • Penutup (15 Menit):
    1. Perwakilan kelompok mempresentasikan ide "Smart Things" sederhana mereka.
    2. Guru bersama siswa menyimpulkan poin-poin penting materi.

Pertemuan 2: Bedah Cara Kerja Proyek Sederhana (2x45 Menit)

  • Pendahuluan (10 Menit):
    1. Review singkat materi minggu lalu (fungsi dasar & prinsip IoT).
    2. Guru membawa/menampilkan diagram kerja Termostat Pintar atau Kunci Pintu Otomatis.
  • Kegiatan Inti (65 Menit):
    1. Analisis Alur Kerja: Siswa diajak menelusuri alur kerja Smart Lock (Sensing, Processing, Actuation).
    2. Kerja Mandiri / Kelompok (LKPD): Siswa mengisi lembar kerja pemetaan alur sistem IoT untuk studi kasus "Termostat Pintar / AC Otomatis".
    3. Refleksi Prinsip: Siswa mengidentifikasi prinsip Security dan Energy Efficiency apa yang krusial pada proyek kunci pintu otomatis tersebut.
  • Penutup (15 Menit):
    1. Pelaksanaan Asesmen Sumatif singkat (kuis).
    2. Refleksi pembelajaran dan penutupan.

5. Asesmen Pembelajaran

A. Asesmen Formatif

Lembar Observasi Diskusi Kelompok: Menilai keaktifan, kerja sama, dan pemahaman konsep saat mendesain ide "Smart Things".


B. Asesmen Sumatif (Tes Tulis / Kuis Singkat)

Soal Esai Singkat:

  1. Jelaskan perbedaan mendasar antara istilah 'Internet' dan 'Things' dalam ekosistem IoT!
  2. Sebutkan dan jelaskan 5 fungsi dasar IoT!
  3. Sebuah lampu pintar di jalan raya dapat meredup sendiri saat tidak ada kendaraan lewat dan terang saat kendaraan mendekat. Tentukan komponen/proses yang menjalankan fungsi Sensing dan Actuation pada kasus tersebut!
  4. Mengapa prinsip Security (Keamanan) sangat krusial dalam penerapan Smart Door Lock? Jelaskan risiko jika prinsip ini diabaikan!

6. Perangkat Ajar Tambahan

1. Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)

  • Tugas Kelompok: "Ubah Benda Biasa Menjadi Smart Thing".
  • Tabel Analisis: Pemetaan komponen (Sensor, jalur internet, aksi fisik).
  • Petunjuk Pengerjaan: Pembuatan diagram alur (flowchart) sederhana.

2. Rubrik Penilaian / Asesmen

  • Rubrik Sikap & Diskusi: Keaktifan, kerja sama, dan pemikiran kritis.
  • Rubrik Presentasi: Ketepatan pemetaan 5 fungsi dasar dan 7 prinsip IoT.

3. Media & Sumber Belajar

  • Video Visual/Simulasi: Animasi YouTube, Tinkercad / Cisco Packet Tracer.
  • Glosarium Istilah: Penjelasan Actuator, Microcontroller, IP Address, Cloud, dll.

4. Diferensiasi & Remidial

  • Remidial: Menyusun diagram alur kerja IoT sederhana dengan template terpandu.
  • Pengayaan: Analisis risiko keamanan & data pada Smart Speaker.
Share:

SINGKATAN DALAM DUNIA INTERNET / KOMPUTER ( IT )

 

SINGKATAN DALAM DUNIA INTERNET / KOMPUTER ( IT )

Hai sahabat blogger yang selalu setia dan Selalu sehat,  saya ingin berbagi ilmu kepada pengunjung sekalian . Mungkin anda sudah tahu atau sudah mengerti tentang hal ini , saya hanya ingin meyakinkan anda untuk apa yang sudah anda ketahui sebelumnya . yah , singkatan dalam dunia internet / komputer perlu anda pahami juga seperti posting saya yang sebelum nya . oke langsung saja kita bahas :

1.Singkatan yang sering kita temui :
*Http : Hyper Text Transfer Protocol
*WWW : World Wide Web
*HTML : Hyper Text Markup Language
*URL : Uniform Resource Locator
*FTP : File Transfer Protocol
*USB : Universal Serial Bus 
*I / O : Input / Output 
*CPU : Central Processing Unit
*RAM : Random Access Memory
*ROM : Read Only Memory
*GUI : Grafik User Interface 
*POST : Power On Self Test
*BIOS : Basic Input Output Sistem
* P C : Personal Computer
* O S : Operating System
* CD-R : CD-Recordable
* CD-ROM : CD Read-Only Memory
* CD-RW : CD-Rewritable
* FAT : File Allocation Table
* Email : Electronic Mail
* VGA : Video Graphics Array

2. Singkatan Dalam Jaringan :
*LAN : Local Area Network 
*WAN : Wide Area Network 
*MAN : Metropolitan Area Network
*WLAN : Wireless Local Area Network 
*NIC : Network Interface Card
*IP : Internet Protocol
*TCP / IP :  Transmission Control Protocol / Internet Protocol
*DNS : Domain Name Server 
*UDP : User Datagram Protocol
*RIP : Routing Information Protocol
*ISO : International Standardization Organization
*OSI : Open System Interconnection
*UTP : Unshielded Twisted Pair ( Jenis Kabel Jaringan ) 
*STP : Shielded Twisted Pair ( Jenis Kabel Jaringan ) 
* R J : Registered Jack ( Ada tipe 11 , 45 dan lain nya )
*MAC : Medium Access Control
DHCP : Dynamic Host Configuration Protocol
* EULA : End User License Agreement
* FTP : File Transfer Protocol
* WAP : Wireless Application Protocol
DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol)
DNS (Domain Name System)
SNMP (Simple Network Management Protocol)

3. Singkatan Dalam Kecepatan :

*TB : TerraByte
*GB : GigaByte
*MB : MegaByte
*KB : KiloByte
*  B : Byte 
*  b : Bit 
* Bit : Binary Digit 
*KBps : KiloBytes Per Second
*MBps : MegaBytes Per Second( Ingat Untuk B(Byte) untuk b(Bit))

4. Singkatan Lain nya  : 
*CLI : Comannd Line Interface
*CMD : Command Promt
*DOS :Disk Operating System
*GPU : Graphical Processor Unit 
*GNU :  General Public License
CMOS : Complementary Metal-Oxide Semiconductor
GPRS : General Packet Radio Service
* LED : Light-Emitting Diode
* Wi-Fi : Wireless Fidelity
ADSL : Asymetric Digital Subscriber Line.
* ARPANet : Advanced Research Projects Agency Network
* DDR - RAM : Double Data Rate-Random Access Memory
* IC : Integrated Circuit
* Modem : Modulator and Demodulator


Share:

Mengenal Fungsi digitalRead() pada Arduino

 


Deskripsi Fungsi digitalRead()

Fungsi digitalRead() digunakan untuk membaca status (tinggi atau rendah) dari pin digital tertentu pada board Arduino. Status tinggi (HIGH) berarti ada tegangan 5V (atau 3.3V pada beberapa board) pada pin tersebut, sedangkan status rendah (LOW) berarti pin tersebut terhubung ke ground (0V).

Berikut adalah sintaks dasar dari `digitalRead()`:

pin state = digitalRead(pin);

pin: nomor pin digital yang akan dibaca.
state: variabel yang menyimpan status dari pin tersebut, apakah HIGH atau LOW.

Sebelum menggunakan digitalRead(), penting untuk mengatur mode pin sebagai input menggunakan fungsi pinMode(). Hal ini dilakukan di dalam fungsi setup().

Contoh Sketsa Fungsi digitalRead()

Mari kita lihat contoh sederhana untuk memahami penggunaan digitalRead(). Contoh ini akan membaca status sebuah tombol yang terhubung pada pin 2 dan menyalakan atau mematikan LED yang terhubung pada pin 13 berdasarkan status tombol tersebut.

// Mendeklarasikan nomor pin tombol dan LED
const int buttonPin = 2;
const int ledPin = 13;

void setup() {
  // Mengatur pin tombol sebagai input
  pinMode(buttonPin, INPUT);
  // Mengatur pin LED sebagai output
  pinMode(ledPin, OUTPUT);
}

void loop() {
  // Membaca status tombol
  int buttonState = digitalRead(buttonPin);
  
  // Jika tombol ditekan (status HIGH)
  if (buttonState == HIGH) {
    // Nyalakan LED
    digitalWrite(ledPin, HIGH);
  } else {
    // Matikan LED
    digitalWrite(ledPin, LOW);
  }
}

Dalam sketsa di atas:
  1. Pin 2 diatur sebagai input untuk membaca status tombol, dan pin 13 diatur sebagai output untuk mengontrol LED pada fungsi setup().
  2. Pada fungsi loop(), status tombol dibaca dengan digitalRead(buttonPin).
  3. Jika tombol ditekan (status HIGH), LED dinyalakan dengan digitalWrite(ledPin, HIGH).
  4. Jika tombol tidak ditekan (status LOW), LED dimatikan dengan digitalWrite(ledPin, LOW).

Kesimpulan

Fungsi digitalRead() adalah alat dasar yang sangat berguna dalam  pemrograman Arduino untuk membaca status pin digital. Dengan memahami cara kerja fungsi ini, Anda dapat dengan mudah membaca input dari berbagai sensor atau tombol yang terhubung ke board Arduino.


Share:

Berbagai Macam Perintah pada Arduino



Struktur Dasar Program Arduino

 Karakteristik penulisan kode program Arduino hanya terdiri atas dua fungsi utama, yaitu void setup() dan void loop(). Kedua fungsi ini memiliki keterkaitan satu sama lain. Apabila salah satu fungsi tidak terdapat di sketch, maka kemungkinan besar sketch Anda akan error. Jadi, pastikan untuk menulis kedua fungsi tersebut meskipun salah satunya tak digunakan atau tak memiliki pernyataan di dalamnya.

 

 

1. void setup()

void setup pada Arduino berfungsi sebagai bentuk inisialisasi atau pengenalan dalam program Arduino dan hanya dieksekusi sekali sejak program dijalankan. Pada umumnya, perintah ini digunakan untuk pendefinisian mode pin atau memulai komunikasi serial. 

 

 

Keterangan :

Dalam perintah di atas terdapat pernyataan atau statement yang berisi penginisialisasian pin 13 sebagai pin output.

2. void loop()

void loop akan dieksekusi terus-menerus secara berurutan hingga program berhenti dijalankan. 

 

 

3. function

function merupakan blok pemrograman yang mempunyai nama dan mempunyai statement yang akan di eksekusi ketika function tersebut dipanggil.

4. { } curly braces

curly braces berfungsi untuk mendefinisikan awal dan akhir dari sebuah blok fungsi. Apabila ketika memprogram lupa untuk memberi curly braces buka atau pun tutup, maka ketika di compile akan terdapat laporan error.

5. ; semicolon

Semicolon harus di berikan pada setiap statement program yang kita buat ini merupakan pembatas setiap statement program yang di buat.

6.  /*…*/ blok comment

Semua statement yang di tulis dalam block comments tidak akan di eksekusi dan tidak akan di compile sehingga tidak mempengaruhi besar program yang di buat untuk di masukan dalam board arduino.  

 

 

7. // line comment

Sama halnya dengan block comments, line coments pun sama hanya saja yang dijadikan komen adalah per baris. 

 

 

Perintah Dasar pada Arduino

 

Pada Arduino IDE, pemberian perintah harus jelas di setiap penggunaan jenis data, yaitu penggunaan data Analog dan Digital. Jika menggunakan I/O berjenis analog, maka harus menggunakan pemberian perintah berbentuk analog. Jika menggunakan I/O berjenis digital, maka harus menggunakan pemberian perintah berbentuk digital. 


analogRed()

analogRead() digunakan untuk memberikan perintah membaca setiap data input analog. Contohnya yaitu membaca sensor yang menggunakan data analog, membaca input PWM pada resistor potensio dan lain-lain. 

 

 

analogWrite()

analogWrite() digunakan untuk memberikan perintah untuk menentukan nilai tertentu pada output analog. Contohnya yaitu untuk pengaturan PWM, pengaturan volume, pengaturan hambatan dan lain-lain. 

 

 

digitalRead()

digitalRead() digunakan untuk memberikan perintah untuk membaca setiap data input Digital. Contohnya yaitu untuk membaca sensor data Digital, membaca data saklar Digital, membaca data Push Button, dan lain lain.

 

 

digitalWrite()

digitalWrite() digunakan untuk memberikan perintah untuk menentukan nilai positif/1 (HIGH) ataupun nilai negative/0 (LOW) pada Output Digital. Contohnya yaitu untuk menghidupkan LED, memberikan tegangan pada komponen tertentu, memberikan sinyal Digital, dan lain-lain.

 

 

delay()

delay() berfungsi untuk memberi jeda waktu pada program untuk melanjutkan ke perintah berikutnya dengan satuan waktu miliseconds. Misalnya, untuk memberi jeda waktu 5 detik maka dalam satuan miliseconds menjadi 5000. 

 

pinMode()

pinMode() digunakan untuk menentukan pin yang akan digunakan sebagai input atau output. Pada umumnya perintah ini hanya dituliskan di dalam void setup().

 

serial.begin()

serial.begin() berfungsi untuk memulai komunikasi serial ke perangkat lain dengan Arduino. Untuk para pemula perintah ini digunakan untuk memulai koneksi antara Arduino dengan PC untuk menampilkan data pada serial monitor pada Arduino IDE.

 

serial.println()

serial.println() berfungsi untuk mengirimkan data ke perangkat lain yang terhubung dengan Arduino melalui komunikasi serial. Pada akhiran data yang dikirimkan akan mengandung karakter [\n]. Karakter tersebut berfungsi seperti [Enter] yaitu membuat baris baru untuk data yang akan diterima selanjutnya.

 

serial.read()

serial.read() digunakan untuk menerima data serial yang masuk. Jika mengirim data serial ke Arduino melalui serial monitor yang terdapat pada Arduino IDE, maka perlu menggunakan serial.read() dalam program Arduino agar Arduino dapat menerima data yang dikirimkan. 

Share:

Gambar Arduino Uno Beserta Penjelasan Fungsi Bagian-Bagiannya


 Gambar komponen board Arduino bisa dilihat di bawah ini:



Fungsi tiap bagian-bagian Arduino Uno yang diberi tanda antara lain:

  1. Power USB, fungsi dari power usb pada modul Arduino adalah sebagai berikut:

    • Media pemberi tegangan listrik ke Arduino
    • Media tempat memasukkan program dari komputer ke Arduino
    • Sebagai media untuk komunikasi serial antara komputer dan Arduino R3 maupun sebaliknya.

  2. Crystal Oscillator, fungsi crystal oscillator adalah sebagai jantung Arduino yang membuat dan mengirimkan detak ke mikrokontroler agar beroperasi setiap detaknya.

  3. Voltage Regulator, berfungsi menstabilkan tegangan listrik yang masuk ke Arduino.

  4. Power Jack, fungsi dari power jack pada modul Arduino adalah sebagai media pemberi tegangan listrik ke Arduino apabila tak ingin menggunakan Power USB.

  5. Pin Reset, berfungsi untuk mereset Arduino agar program dimulai dari awal. Cara penggunannya yaitu dengan menghubungkan pin reset ini langsung ke ground.

  6. Pin Tegangan 3,3 Volt, berfungsi sebagai pin positif untuk komponen yang menggunakan tegangan 3,3 volt.

  7. Pin Tegangan 5 Volt, berfungsi sebagai pin positif untuk komponen yang menggunakan tegangan 5 volt. Pin 5 volt sering juga disebut pin VCC.

  8. Pin Ground (GND), fungsi pin GND adalah sebagai pin negatif pada tiap komponen yang dihubungkan ke Arduino.

  9. Pin Penambah Tegangan (VIN), berfungsi sebagai media pemasok listrik tambahan dari luar sebesar 5 volt bila tak ingin menggunakan Power USB atau Power Jack.

  10. Pin Analog, berfungsi membaca tegangan dan sinyal analog dari berbagai jenis sensor untuk diubah ke nilai digital.

  11. Main Microcontroller, berfungsi sebagai otak yang mengatur pin-pin pada Arduino.

  12. Tombol Reset, komponen pendukung Arduino yang berfungsi untuk mengulang program dari awal dengan cara menekan tombol.

  13. Pin ICSP (In-Circuit Serial Programming), berfungsi untuk memprogram mikrokontroler seperti Atmega328 melalui jalur USB Atmega16U2.

  14. Lampu Indikator Power, berfungsi sebagai indikator bahwa Arduino sudah mendapatkan suplai tegangan listrik yang baik.

  15. Lampu TX (transmit), berfungsi sebagai penanda bahwa sedang terjadi pengiriman data dalam komunikasi serial.

  16. Lampu RX (receive), berfungsi sebagai penanda bahwa sedang terjadi penerimaan data dalam komunikasi serial.

  17. Pin Input/Output Digital, berfungsi untuk membaca nilai logika 1 dan 0 atau mengendalikan komponen output lain seperti LED, relay, atau sejenisnya. Pin ini termasuk paling banyak digunakan saat membuat rangkaian.

    Untuk pin yang berlambang “~” artinya dapat digunakan untuk membangkitkan PWM (Pulse With Modulation) yang fungsinya bisa mengatur tegangan output. Biasanya digunakan untuk mengatur kecepatan kipas atau mengatur terangnya cahaya lampu.

  18. Pin AREF (Analog Reference), fungsi pin Arduino Uno yang satu ini untuk mengatur tegangan referensi eksternal yang biasanya berada di kisaran 0 sampai 5 volt.

  19. Pin SDA (Serial Data), berfungsi untuk menghantarkan data dari modul I2C atau yang sejenisnya.

  20. Pin SCL (Serial Clock), berfungsi untuk menghantarkan sinyal waktu (clock) dari modul I2C ke Arduino.

Share:

Simulasi Perakitan PC Dengan Software Cisco IT Essential Virtual

Software Cisco IT Essential Virtual Desktop PC 


Pengenalan Aplikasi Cisco-IT Essentials Virtual Desktop PC 

Cisco-IT Essential Virtual Desktop PC & Laptop adalah sebuah aplikasi simulasi untuk merakit PC dan Laptop dengan virtual PC dan virtual Laptop, karena aplikasi ini ditujukan untuk itu. Tampilan aplikasi ini sangat mudah dan juga sangat detail dan hampir sama sepeti aslinya pada gambar hardware-nya.

1. Virtual PC

Menu Virtual PC merupakan menu untuk mempelajari serta melakukan simulasi perakitan komputer. Virtual PC menu bila diklik akan masuk pada halaman berikutnya yang akan menampilkan tutorial untuk menjalankan menu Virtual Desktop PC ini secara lengkap, mulai dari cara menjalankan menu aplikasi, pemilihan mode layer, cara pemasangan komponen-komponen komputer hingga pengenalan komponen secara lebih detail. Tutorial yang disajikan dalam menu ini tidak hanya berupa teks, namun disajikan dalam bentuk animasi gambar sehingga terlihat lebih menarik.  

Setelah menu tutorial selesai maka akan ada pengenalan dan simulasi perakitan komputer. Dalam menu ini terdapat 3 mode layer yang bisa user pilih yaitu mode Learn, Test dan Explore.


· Learn


Learn merupakan menu pengenalan komponen-komponen komputer serta cara melakukan instalasi komponen. Dalam menu ini terdapat sub menu lain yang yaitu :

a) Power Supply, menu ini akan menampilkan penjelasan singkat mengenai power supply beserta perintah yang harus dilakukan.

b) Motherboard, menu ini akan menampilkan penjelasan mengenai motherboard beserta komponen-komponen yang biasanya terpasang pada motherboard seperti RAM, Prosesor, Heat Sink.

c) Adapter Card, akan menampilkan penjelasan beserta perintah yang harus dilakukan mengenai komponen-komponen dari Adapter Card seperti NIC, Wireless NIC, Video Adaptor, Monitor Cable. 

d) Internal Drives, akan menampilkan penjelasan singkat mengenai Harddisk beserta perintah yang harus dilakukan.

e) Drive In External Bays, akan menampilkan penjelasan mengenai komponen eksternal dari komputer seperti Optical Drive, Floppy Disk beserta perintah yang harus dilakukan pada kedua komponen tersebut.

f) Internal Cable, akan menampilkan penjelasan mengenai cable-cable yang akan terhubung didalam komputer, misalnya ATA Cable, Floppy Cable, SATA Cable.

g) External Cable, akan menampilkan penjelasan mengenai cable apa saja yang biasa dihubungkan dengan komputer seperti USB Cable, Ethernet Cable dan Power Cord. Serta tambahan komponen pelengkap komputer seperti Keyboard, Mouse dan computer case. 


· Test


Test merupakan menu perakitan dari setiap komponen yang ada menjadi sebuah PC. Dalam menu ini pengguna akan diuji kemampuannya dalam hal mensimulasikan perakitan komputer berdasarkan dari tutorial dan instruksi yang disediakan pada menu Learn, pengguna diharuskan merangkai setiap komponen yang ada sedemikian rupa hingga membentuk sebuah komputer yang layaknya digunakan. Apabila pengguna salah dalam melakukan pemasangan komponen, maka komponen tidak dapat terpasangan pada computer case. 

· Explore


Explore merupakan menu dimana pengguna akan mandapatkan pembelajaran lebih detail untuk setiap komponen komputer yang ada secara visual. Gambar komponen ditampilkan dari berbagai macam sudut sehingga pengguna tidak hanya mengetahui secara tampak depan(satu sudut pandang) tetapi mengetahuinya dengan berbagai macam sudut pandang.

Langkah - Langkah Praktikum : Klik Jobsheet Dibawah ini

Contoh Video Simulasi Peraktian Komputer Dengan Software Cisco IT Essential 





Share:

Masukan Populer